The Day After Tomorrow
Judul : The day after tomorrow / Demi esok lusa
Pengarang : Allan Folsom
Dapat darimana : Beli pertama di Gramedia sekitar tahun 1994, langsung nge-fans abis, terus dipinjem ama teman, rusak hiksss, lemnya lepas halamannya jadi lepas-lepas... mo beli lagi udah nggak dicetak ulang... terus pas cetak ulang aku udah pindah belanda... thanks to hanna, aku di beliin yang baru... cinta dehhhhh
Pertama kali baca : sekitar tahun 1994
Berapa kali baca : 7 atau 8 kali
Nilai : 10
Ceritanya berawal pada Paul Osborn, ahli bedah dari Amerika yang lagi duduk-duduk di sebuah cafe di Paris. Dia baru aja selesai mengikuti seminar di Jenewa. Nah, pas lagi duduk-duduk inilah Paul lihat sekelebatan wajah orang yang membunuh ayahnya waktu Paul umur 10 tahun. Paul langsung berusaha untuk menyerang orang tersebut tapi orang tsb berhasil melarikan diri.
Sementara itu polisi di seluruh Eropa lagi dipusingkan dengan adanya indikasi pembunuhan berantai. Tujuh badan tanpa kepala di temukan tersebar di beberapa daerah di Eropa. Tujuh badan yang dibekukan dengan tanda tanda kepala dipotong melalui operasi yang sangat presisi oleh ahli bedah. Psddy Mc Vey, detektif terkenal dari Amerika di undang oleh interpol untuk membantu memecahkan misteri ini.
Paul diperiksa oleh polisi Paris sehubungan dengan penyerangan terhadap orang tak di kenal di cafe. Paul tidak di tahan tapi passportnya ditahan sampai dia kembali ke Amerika. Paul menyewa detektif untuk menemukan nama orang yang telah membunuh ayahnya dan membuat rencana untuk balas dendam. Dia mendapat info, pembunuh tersebut bernama Karanak. Yang Paul tidak tau, Karanak adalah seorang pembunuh bayaran professional. Kondisi jadi berbalik, Karanak yang tau bahwa dia diselidiki memutuskan untuk meyerang Paul. Dengan pengetahuan medisnya Paul berhasil mengalahkan Karanak dan mendapat sebuah nama, Erwin Scholl yang menurut Karanak telah memberikan perintah untuk membunuh ayah Paul dan beberapa orang lainnya bertahun-tahun yang lalu. Saat Paul sedang menginterogasi Karanak, tiba-tiba mereka di hujani tembakan dan Karanak mati seketika. Paul sempat melihat wajah pembunuhnya.
Dalam kasus penembakan ini, Paul menjadi tersangka dan sempat di interogasi oleh detektif Paddy McVey. Kasusnya menjadi semakin berkembang saat polisi mengetahui bahwa Paul adalah seorang ahli bedah, mereka mencoba mencari koneksi antara Paul dan tujuh mayat tanpa kepala. Karena kurangnya bukti Paul di bebaskan. Paul, berbekal nama yang di berikan oleh Karanak, masih berusaha mencari kebenaran mengapa ayahnya di bunuh. Ayah Paul adalah seorang penemu yang saat kematian, menciptakan sebuat pisau bedah yang khusus beroperasi untuk bedah atom dengan suhu mendekati nol mutlak.
Di tempat lain di Eropa, diadakan perayaan atas kesembuhan seorang tokoh ekonomi dari sakit stroke yang dideritanya setahun yang lalu. Perayaan ini disponsori oleh Erwin Scholl, seorang tokoh neo Nazi yang berusaha membangkitkan semangat Nazi
Di Paris, Paul dikejar-kejar oleh pembunuh Karanak, meminta pertolongan ke Paddy Mcvey. Bersama mereka berusaha mengungkap hubungan antara Karanak, mayat beku tanpa kepala, ayah Paul dan Erwin Scholtz. Mereka berhasil mengungkap proyek ambisius Erwin, melakukan penyambungan kepala orang ke tubuh orang lain dengan operasi bedah atom yang dilakukan dengan suhu extreem, mendekati -273,15 Celcius. Mereka percaya bahwa pada titik nol mutlak, gerakan atom bisa dimanipulasi dan segala pembedahan yang dilakukan pada suhu ini akan menghasilkan hasil yang sempurna, tanpa bekas jahitan.
Pertualangan Paul di akhiri dengan kejar-kejaran di pegunungan antara Paul dan sang pembunuh dimana sang pembunuh jatuh ke jurang bersama kotak yang dibawanya. Sebelum jatuh Paul sempat melihat isi kotak yang berisi kepala beku Adolf Hitler.
Menurut aku, ceritanya rada berlebih-lebihan sih tapi tetep aja termasuk bagus banget, idenya orisinal... Allan Folsom emang briljant.... bikin plotnya bangus banget, aku nggak nyangka kalo neo nazi yang hanya sedikit disebut-sebut di buku benernya memegang peranan yang cukup penting. Yangbikin rada bingung tokohnya banyak banget, ada beberapa tokoh yang benernya nggak penting penting amat, cuman menuh menuhin cerita...
Buat yang suka pertualangan dengan intrik-intrik, buku ini wajib baca...
Labels: conspiracy, detective, suspense, thriller
0 Comments:
Post a Comment
<< Home