Buku Catatan Josephine
Judul : Crooked House / Buku catatan Josephine
Pengarang : Agatha Christie
Dapat darimana : beli di Gramedia lupa tahunnya, di belanda beli lagi yang versi inggrisnya di toko loak, dapat seharga 70 cent
Pertama kali baca : pinjam dari teman, karena bagus banget jadi pengin koleksi
Berapa kali baca : lebih dari 12 kali
Nilai : 9
Agatha Christie lagi... hehehehe ya gimana yach.... koleksi buku terbanyakku adalah dari Dame Agatha Christie ini, total ada 73 buku yang aku punya. Jumlah novel misteri yang dia tulis sekitar 76 buah, jadi aku masih kurang 3 lagi supaya lengkap... karena ada 73 biji yang sudah kubaca (berulang kali), review yang bakalan sering muncul di blog ini kayaknya tentang buku-bukunya si nyonya.
Charles Hayward berkenalan dan jatuh cinta dengan Sophia Leonides di Mesir. Setelah itu Charles di kirim ke negara lain dan berpisah dengan Sophia. Dua tahun berlalu, Charles pulang ke Inggris untuk melamar Sophia tapi masalah lain timbul diantara mereka. Kakek Sophia yang kaya raya, Aristide Leonides mati karena insulin yang biasa disuntikkan sehari hari diganti dengan obat tetes mata dan Sophia tidak bersedia untuk menikah sebelom pembunuh kakeknya diketemukan.
Buku karangan Agatha Christie ini adalah salah satu buku dari beliau yang menggunakan pantun anak-anak, seperti juga A Pocket full of Rye, Five little pig dan Ten little niggers. Pantun yang dikutip di buku ini adalah sebagai berikut:
Pantun itu muncul di benak Charles saat dia bertanya dimana Sophia tinggal. Sophia menajwab di rumah tua yang bobrok. Rumah kakek Sophia bernama Three Gables, disanalah Sophia beserta keluarga besarnya tinggal. Keluarga besar Sophia tersebut adalah ibunya, Magda, si artis gagal, ayahnya, Philip, pengarang buku yang introvert dan memendam emosi, adik lelakinya, Eustace, ganteng tapi cacat, adik perempuannya, Josephine, cerdas tapi jelek, tantenya, Clemency, ilmuwan berbakat, oomnya, Roger, berkepribadian baik tapi sangat ceroboh, saudara perempuan neneknya, Edith, yang mengatur seluruh isi rumah meskipun kakeknya sudah menikah lagi dengan wanita yang jauh lebih muda, Brenda, hampir seumur Sophia sebagai nenek tiri. Selain itu ada juga pria muda yang berprofesi sebagai guru adik-adik Sophia dan dicurigai mempunyai affair dengan nenek tiri Sophia.There was a crooked man and he went a crooked mile
He found a crooked sixpence beside a crooked stile
He had a crooked cat, which caught a crooked mouse
And they all lived together in a little crooked house. p>
Penyelesaian yang paling mudah tentu saja dengan Brenda yang membunuh suaminya untuk bisa bersama kekasihnya, sang guru. Tapi ternyata tidaklah semudah itu, sebelum akhirnya pembunuh sebenarnya di ketemukan, Josephine yang bertindak menjadi detektif amatir dan mencatat segala penemuannya di diarynya menjadi korban percobaan pembunuhan dan nanny, pengasuh mereka, mati karena minum racun yang sebenarnya diperuntukan Josephine.
Saat itu Brenda ada dalam tahanan polisi jadi bukan mereka yang membunuh..... siapakah pembunuh sebenarnya? Hampir semua orang mempunyai motif, bahkan Sophiapun bisa menjadi pembunuhnya.
"Of my detective books, I think that the two that satisfy me best are Crooked House and Ordeal by Innocence." - Agatha Christie, An Autobiography, 1977.
Kali ini aku nggak kasih spoiler, soalnya hampir nggak ketebak siapa pembunuhnya jadi nggak seru kalo aku kasih bocoran. Aku baca udah lebih dari 12 kali, toch tiap kali baca ulang masih merasa tegang. Aku pernah baca di website bahwa Agatha Christie sendiri di autobiography-nya mengatakan dari semua karangannya yang paling memuaskan adalah Crooked House dan Ordeal by Innocence. So... cepet pinjam atau beli... pokoknya kudu baca buku ini
1 Comments:
typische Agatha Christie deh!
Post a Comment
<< Home