30 June 2006

A simple plan

Judul : Simple Plan
Pengarang : Scott Smith
Dapat darimana : beli di Gramedia... tahun 93 or 94 gitu ya
Pertama kali baca : seminggu setelah beli
Berapa kali baca : 1
Nilai : 8.5



Iya... emang rada aneh... aku kasih nilai 8.5 tapi cuman sekali baca.... biasanya dengan nilai segitu berartipaling enggak dua atau tiga kali baca.... justru itu yang hebat dari buku ini.... terus terang aku ngaku, aku baru sanggup baca sekali.... padahal biasanya buku yang aku anggap bagus pasti aku baca berkali-kali... beberapa waktu belakangan ini aku pengin baca lagi tapi masih belom sanggup.... nggak tega gitu.... aku ini tipikal sucker banget ama happy ending or at least happiness buat tokohnya. Buku ini bikin kita bingung, apa mau kasihan ama tokohnya atau malah nyukurin...


Buku ini rada-rada ada segi psikologisnya.... bikin kita bertanya-tanya... apa yang akan kita lakukan kalo kita jadi tokoh utama di buku ini... apa kita akan membuat kesalahan yang sama? Akankah kita membunuh demi keselamatan kita atau keluarga kita? Adalah alasan mulia untuk membunuh atau mencuri?


Ceritanya di awali saat malam tahun baru Hank, kakaknya Jacob dan Lou, teman Jacob dalam perjalanan pulang dari ziarah makam orang tua Hank dan Jacob, menemukan pesawat terbang yang jatuh di tengah hutan, yang setengah terkubur salju. Pesawat yang hanya berpenumpang satu, pilotnya, yang sudah meninggal, yang ternyata membawa uang sejumlah 4,4 juta dollar.

Hank ingin memberitahu yang berwajib tentang penemuan ini tapi Jacob dan Lou yang bermasalah dengan keuangan mereka ingin meyimpan uang tersebut untuk diri sendiri. Mereka berusaha membujuk Hank untuk menyimpan saja uang itu. Hank akhirnya setuju dengan syarat dia yang menyimpannya sampai musim dingin berakhir dan pesawat ditemukan oleh orang lain, untuk memastikan untuk memastikan bahwa uang tersebut bukan uang curian atau uang haram. Mereka bersumpah bahwa mereka tidak akan memberitahu siapapun, termasuk istri/pacar mereka. Tapi yach, hal itu susah di kontrol, masing -masing mereka memberitahu partner masing-masing.


Beberapa bulan berlalu tanpa berita tentang hilangnya uang jutaan dolar dan tentang pesawat yang jatuh. Jacob dan Lou yang pemabuk mulai menekan Hank untuk membagi uang tersebut. Hank menolak dan mengancam untuk membakar uang tersebut. Di tengah konflik ini, hank curiga bahwa ada orang lain yang tau tentang pesawat yang jatuh, saat berusaha membungkam orang tersebut, tanpa sengaja Hank dan Jacob membunuhnya. Lou yang mengetahui hal ini berusaha memeras Hank. Hank dan isitinya, Sarah berusaha mencari jalan untuk mengontrol Jacob dan Lou, jalan satu-satunya adalah membunuh Lou. Jadilah Hank membunuh Lou, Jacob yang mengetahui hal ini menjadi sangat marah tapi bisa mengerti alasan Hank melakukan hal itu.


Kemudian keadaan menjadi semakin rumit, saat musim panas tiba dan salju mencair, pesawat ditemukan oleh yang berwajib. Diketahui bahwa pesawat tersebut membawa uang tebusan dari anak seorang kaya yang diculik. Pilot yang mati adalah penculiknya. Polisi dan FBI berusaha memecahkan teka-teki uang yang hilang. Mereka berpendapat siapapun yang mengambil uang tersebut adalah komplotan penculik yang berkhianat. Jacob yang semakin nervous menjadi semakin tenggelam dalam minuman keras. Hank yang ketakutan dianggap sebagai penculik membunuh Jacob yang dianggap membahayakan dirinya.

beberapa bulan berlalu, polisi dan FBI menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan daerah tersebut dan menutup kasus ini. Sarah yang mengira kondisi sudah aman, membelanjakan satu lembar dari uang tersebut di lokal supermarket. Hank yang sementara itu berteman baik dengan polisi dan FBI, mendapatkan kabar mengejutkan bahwa ternyata uang tersebut sudah ditandai secara acak dan siapapun tidak akan bisa menggunakannya. Hank berusaha menarik uang itu kembali dari supermarket yang berakhir dengan terbunuhnya pemilik supermarket. Cerita diakhiri dengan Hank dan Sarah yang membakar uang 4,4 juta dollar tersebut dengan kesadaran bahwa mereka telah membunuh empat orang, termasuk kakaknya sendiri demi segepok uang yang sekarang menjadi abu.

Labels: ,

24 June 2006

Judas Child

Judul : Judas Child
Pengarang : Carol O'Connel
Dapat darimana : beli di bursa buku bekas
Pertama kali baca : 2004
Berapa kali baca : 3 kali
Nilai : 7.5



Dua anak perempuan menghilang tiga hari sebelum natal. Hal yang sama terjadi 15 tahun yang lalu saat saudara kembar detektif Rouge Kendall, Susan Kendall terbunuh saat natal. Pembunuhnya tertangkap, seorang pastor yang mengajar di sekolah dimana mereke belajar dan dia masih menjalani hukuman di penjara. Pastor Paul Marie selalu menyatakan dirinya tidak bersalah tetapi bukti terlalu kuat. Dengan menghilangnya Sadie dan Gwen, Rouge Kendal mulai meragukan apakah benar pembunuh saudaranya sudah tertangkap.


Selain Rouge Kendall, Ali Cray, seorang forensic psychologist yang juga teman sekolah Rouge dan Susan juga meragukan bahwa pastor Paul Marie adalah pembunuh Susan. Terutama karena hal itu tidak sesuai dengan pola yang ada. Polanya adalah seorang anak dipaksa untuk memanggil teman dekatnya. anak pertama adalah sebagai umpan, yang oleh Ali Gray dinamakan Judas Child yang akan segera dibunuh setelah sang pembunuh berhasil menculik anak kedua. Anak kedua adalah korban utama dibiarkan hidup sampe hari natal. Dinamakan Judas Child karena seperti Judas di Injil yang menyerahkan Tuhan Yesus di taman Getsemani.


Sepeda milik Sadie ditemukan dekat halte bus sehingga pada awalnya polisi berpikir bahwa mereka berdua melarikan diri. Hanya Rouge dan Ali yang tidak percaya akan teori ini. Mereka yakin Sadie dan Gwen diculik oleh pembunuh yang sama, yang berarti Sadie telah meninggal dan Gwen hanya mempunyai waktu tiga hari untuk hidup.
Satu-satunya petunjuk yang mereka punyai adalah jaket Sadie yang tercabik-cabik yang ditemukan di tengah hutan. Di jaket tersebut ditemukan jejak serpihan truffle, sejenis jamur yang sangat mahal harganya yang hanya tumbuh di akar pohon oak raksasa.


Hmmm... kali ini aku nggak nulis semuanya deh... soalnya terlalu rumit dan kayaknya kurang spannend kalo kalian nanti pengin baca... yang jelas pembunuhnya orang yang tidak terduga... dan Ali juga punya rahasia tersendiri yang tidak diungkapkan ke Rouge. Seru pokoknya.....

Labels: ,

23 June 2006

A murder is announced

Judul : Iklan Pembunuhan
Pengarang :Agatha Christie
Dapat darimana : edisi Indonesia beli di Gramedia, versi inggris beli di loak
Pertama kali baca : jaman sma, dipinjemin teman
Berapa kali baca : lebih dari 10 kali
Nilai : 8




Ceritanya dimulia dengan kegiatan pagi hari warga Chipping Cleghorn; sarapan dan baca koran. Masing-masing dari mereka sibuk membicarakan iklan aneh yang muncul koran lokal Chipping Cleghorn Gazette. Disebutkan disana tentang pembunuhan yang akan terjadi pada jam 18.30 di Little Paddock. Hampir semua mengira hal itu adalah permainan pembunuhan. Di Little Paddock sendiri para penghuninya lagi sibuk menerka-nerka siapa diantara mereka yang memasang iklan tersebut. Penghuni Little paddock adalah, Letitia Blacklock sebagai pemilik rumah, Dora Bunner, sahabat Letitia yang tinggal disana, Patrick dan Julia Simmons, sepupu jauh Letitia, Phillipa Haymes, anak kost yang serius, Mitzi, pengungsi yang berkerja untuk Letitia. Hampir semuanya menuduh Patrick Simmons sebagai orang yang bertanggung jawab. Patrick menolak anggapan ini. Dia dan Julia mengganggap hal ini hanya sebuah lelucon.


Tamu pertama yang dapang sore itu adalah Kolonel Archie Easterbrook, pensiunan militer dari India bersama istrinya. Diikuti oleh Mrs. Swettenham dan anaknya Edmund. Disusul oleh Ms. Hinchcliffe dan Ms. Murgatroyd yang tinggal di pertanian Boulders. Terakhir datang adalah istri pendera Mrs, Harmon.


Tepat jam 06.30 lampu padam dan terdengar suara, "Angkat tangan" dan sinar senter menerangi ruangan. Kemudian terdengar suara tiga kali tembakan dan teriakan. saat lampu menyala kembali, terlihat sosok asing terbaring di lantai, mati tertembak.
Disamping itu juga terlihat bahwa Letitia Blacklock terkena peluru di telinganya dan juga terlihat dua lubang bekas peluru di tembok belakangnya. Polisi segara dipanggil berkesimpulan bahwa si pemuda hendak merampok dan tanpa sengaja menembak Letitia dan dirinya sendiri. Diketahui kemudia nama pemuda tersebut adalah Rudi Scherz, orang Swiss yang berkerja sebagai recepsionis di Hotel Royal Spa.


Miss Marple yang kebetulan tinggal di hotel tersebut memberikan beberapa petunjuk kepada inspektur Cradddock yang menangani masalah tersebut. Miss Marple menganjurkan untuk menyelidiki siapa yang menginginkan kematian Ms. Blacklock karena berdasarkan pengetahuan Ms. Marple, Rudi Scherz bukanlah orang yang sanggup melakukan pembunuhan.
Miss Marple juga menunjukkan bukti bahwa saat lampu padam, keadaan dalam ruangan sangat gelap sehingga tidak ada bukti Rudilah yang menembak Letitia


Dalam wawancaranya, Insp. Craddock menemukan bahwa Letitia Blacklock mengenal Rudi saat dia dan saudaranya tinggal di Swiss setelah perang. Charlotte meninggal di Swiss dan Letitia pindah ke Chipping Cleghorn. Letitia juga menyatakan bahwa dia tidak kaya tapi suatu saat akan kaya. Semasa mudanya Letitia bekerja untuk milyuner Randall Goedler yang mewariskan hartanya ke istrinya Belle dengan catatan bilang Belle meninggal, harta tersebut di wariskan ke Letitia. Dan bila Letitia meninggal terlebih dahulu, harta tersebut akan diwariskan ke keponakan Randall, Pip dan Emma. Tidak ada yang tau dimana Pip dan Emma berada atau bagaimana rupa mereka karena ibu mereka bertengkar dengan Randall sebelum mereka lahir.

Craddock berangkat ke Scotland untuk berbicara dengan Belle Goedler untuk mencari informasi tentang keberadaan Pip dan Emma, sementara Ms. Marple tinggal di tempat pendeta yang istrinya adalah anak baptisnya. Ms. Marple yang diundang untuk minum teh di Little Paddock menemukan bahwa Dora berpendapat Patrick-lah yang mendalangi peristiwa ini. Dari Letitia, diketahui bahwa dia belom pernah melihat wajah Patrick dan Julia sampai pada saat mereka muncul di rumahnya. Ms. Marple bertanya-tanya apakah Patrick dan Julia sebenarnya adalah Pip dan Emma.


Chipping Leghorn kembali digemparkan dengan pembunuhan Dora yang menelan aspirin beracun yang sebenarnya ditujukan untuk Letitia. Malam sebelumnya, semua penduduk desa berada di Chipping Leghorn untuk merayakan ulang tahun Dora.


Di Boulders, Amy dan Hinch berusaha merekonstruksi peristiwa penembakan. Dari rekonstruksi disadari bahwa hanya Amy-lah yang bisa melihat siapa yang saat itu tidak berada di ruangan karena dia berdiri di belakang pintu dan di belakang senter.
Amy yang gugupan berusaha mengingat-ingat lokasi tiap orang malam itu. Hinch mendapat telpon untuk menjemput anjingnya di stasiun kereta. Sebelum berangkat ke stasiun, Hinch sempat mendengar Amy berteriak, "She wasn't there!" Ms. Marple yang berkunjung ke Boulders menemukan Amy mati tercekik. Ms. Marple berusaha menanyai Hinch tentang penekanan kata yang diucapkan oleh Amy, apakah SHE wasn't there! atau she WASN'T there! atau she wasn't THERE!


Craddock mengumpulkan para tersangka di Little Paddock karena Ms. Marple juga menghilang. Diketahui kemudian bahwa Julia sebenarnya adalah Emma. Patrick adalah benar-benar Patrick, sepupu Letitia. Patrick adalah kekasih Julia. Julia mengaku bahwa dia datang ke Little Paddock untuk mendekati Letitia dan berharap untuk mendapat bagian dari warisan. Julia menyangkal bahwa dia mencoba membunuh Letitia dan menolak mengatakan di mana Pip. Phillipa kemudian mengaku bahwa dialah Pip. Pipi bukanlah pria seperti yang disangka semua ora. Phillipa memiliki jalan pikiran yang sama dengan Julia, berharap untuk mendapat bagian dari warisan dari Letitia.


Saat Craddock sibuk menginterogasi semua orang, pintu dapur tiba-tiba terbuka dan Mitzi menyatakan bahwa dia tau siapa yang melakukan semua pembunuhan. Mitzi menyatakan malam itu dia mengintip dari lubang kunci dan melihat Letitia Blacklock-lah yang menembak Rudi. Letitia menyangkalnyaSemua menjadi heboh, ditengah kehebohan itulah mitzi kembali ke dapur. Tanpa disadari salah seorang dari mereka mengikuti Mitzi dan berusaha menenggelamkan Mitzi di bak cuci. Mitzi diselamatkan oleh Ms. Marple yang sembunyi di balik pintu dan pembunuhnya tertangkap tangan

Labels: ,

12 June 2006

Rain Man

Judul : Rain Man
Pengarang : Ronald Bass dan Barry Morrow berdasarkan script film
Dapat darimana : Bursa buku bekas Rode Kruis
Pertama kali baca : Mei 2006
Berapa kali baca : dua kali
Nilai : 8




Charlie Babbit, tokoh kita, seperti eksekutif muda pada umumnya, egois, nggak peduli orang lain (sama aja egois yach hihihi). Charlie ini punya perusahaan sendiri, namanya Babbit Collectibles. Usahanya bergerak pada bidang jual-beli mobil mewah dari Italia.


Suatu weekend Charlie mendapat telefon dari pengacara ayahnya yang mengabarkan bahwa ayahnya, Sanford Babbit yang tinggal di Cincinnati, meninggal dunia. Charlie tidak bersedih atas kematian ayahnya sehingga membuat pacarnya, Susanna Palmieri yang juga bekerja di Babbit Collectibles merasa heran. Charlie kemudian menerangkan bahwa dia membenci ayahnya dan melarikan diri dari rumah sejak dia berusia 16 tahun. Susanna yang merasa kasihan terhadap Charlie menawarkan diri untuk ikut ke Cincinnati.


Setelah pemakaman, mereka pergi ke rumah ayah Charlie. Disana mereka menemukan mobil kuno milik ayah Charlie, 1949 Buick Roadmaster. Charlie kemudian Charlie bercerita bahwa mobil itulah yang menjadi sebab pertengkaran mereka. Saat Charlie berumur 16 tahun, dia mengendari mobil itu tanpa ijin untuk merayakan kelulusannya. Ayahnya melaporkan ke polisi bahwa mobil tersebut dicuri. Polisi menangkap Charlie dan ayahnya tidak menebusnya di penjara sampai dua hari. Keluar dari penjara Charlie tidak kembali lagi ke rumah. Charlie juga bercerita tentang imaginary friendnya yang diberi nama Rain Man.


Dari surat wasiat ayahnya disebutkan bahwa Charlie mendapatkan mobil dan bunga mawar kebanggaan ayahnya. Sedangkan uang sebanyak $ 3.000.000 dimasukkan dalam trust dan diberikan ke ahli waris lain yang tidak disebutkan namanya. Charlie berhasil mendapatkan nama Dr. Walter Bruner sebagai wali dari ahli waris misterius tersebut. Dr. Walter Bruner ini adalah kepala dari Wallbrook, tempat penderita kekurangan mental. Charlie menggunakan mobil ayahnya, mengunjungi Dr. Bruner untuk mencari tau siapa yang mendapat warisan tersebut. Dr. Bruner menolak untuk memberi tau.


Raymond, pasien dari Walbrook mendekati mobil Charlie dan mulai mengelus-elus mobil dan berkata bahwa ayahnya juga mempunyai mobil yang sama dan menggunakan kata-kata yang biasanya digunakan ayah Charlie. Charlie kaget dan bertanya apakah Raymond mengenali mobil tersebut. Susanna melihat bahwa Raymond menjadi bingung dengan pertanyaan Charlie, meminta Charlie untuk berhenti. Raymond mendengar kata "Charlie" seera menyebutkan nama lengkap Charlie dan alamatnya. Hal ini membuat Charlie lebih kaget lagi dan meminta keterangan ke Dr. Bruner, yang kemudian menerangkan bahwa Raymond adalah kakak Charlie dan kepadanyalah uang $ 3 juta ditinggalkan. Dr. Bruner juga menerangkan bahwa Raymond adalah pasien sukarela dan telah berada di Wallbrook selama bertahun-tahun. Raymond menderita autistic yang juga disebut idiot savant. Dia hanya mengenal dua emosi; takut dan tidak takut. Raymond juga mempunyai photographic memory


Charlie menculik Raymond untuk memaksa Dr. Bruner membagi warisan ayahnya antara Raymond dan dirinya. Bertiga mereka mengunjungi makam ayah mereka dan kemudian tidur di hotel. Raymond yang mendapati kamarnya berbeda dari kamarnya di Wallbrook merasa ketakutan. Mereka berusaha membuat kamar tersebut semirip mungkin dengan kamar Raymond di Wallbrook. Charlie yang merasa terganggu saat bercinta dengan Susanna memberi Raymond buku telefon untuk dibaca. Susanna yang marah melihat bagaimana Charlie memperlakukan Raymond, pergi dan meninggalkan mereka berdua.


Perjalanan menuju LA tidak semudah yang Charlie bayangkan. Raymond yang berkutat dalam rutinitas menjadi panik bila sesuatu melenceng dari biasanya. Raymond juga sangat mudah nervous dan menolak untuk melanjutakn perjalanan saat hujan. Raymond juga tidak suka disentuh sehingga Charlie harus selalu berhati-hati. Charlie berusaha membawa Raymond ke LA dengan pesawat terbang tapi hal ini membuat Raymond menjadi histeris karena dia takut terbang. Akhirnya Charlie memutuskan untuk mengendarai mobilnya sampai LA. Raymond yang selalu menonton tv pada jam-jam tertentu juga memaksa Charlie untuk berhenti tiap kali Raymond ini melihat acara favorinnya. Charlie yang kini berusaha mendapatkan hak wali atas diri Raymond mencari seorang psychiatrist untuk mendapatkan pendapatnya. Charlie menemukan bahwa Raymond bisa mengingat semua yang dibacanya dan juga jenius dalam bidang berhitung.


Dalam perjalanan menuju LA, mereka menginap di motel. Suatu saat, Raymond yang menggosok giginya dengan kuat dan membuat busa yang banyak memberi komentar bahwa Charlie suka melihatnya melakukan hal tersebut. Raymond berkata bahwa Charlie selalu berkomentar "Funny Rain Man, funny teeth". Disini Charlie menyadari bahwa imaginary friendnya, Rain Man sebenarnya adalah kakaknya sendiri Raymond. Charlie yang baru berusia 2 tahun saat itu tidak dapat berkata Raymond dengan sempurna. Charlie bahkan bisa mengingat bahwa kakaknya sering menyanyikan lagu untuknya, lagu dari Beatles. Bersama mereka kemudian menyanyikan lagu tersebut.


Well she was just seventeen
You know what I mean
And the way she looked
Was way beyond compare
So how could I dance with another,
Oh, when I saw her standing there



Charlie bertanya sejak kapan Raymond berada di Wallbrook. Raymond yang mempunyai photographic memory menyebutkan dengan presisi tanggal, hari, jam dan apa sarapan paginya. Charlie menyadari tanggal tersebut adalah sehari setelah ibunya meninggal. Charlie yang ingin berendam di bathtub memutar kran air panas. Raymond menjadi panik saat melihat asap yang mengepul keluar dari kran air panas tersebut dan berteriak seperti biasanya ayah Charlie berteriak. Dari kata-kata Raymond tersebut, Charlie menyadari bahwa setelah kematian ibunya Raymond berusaha memandikan Charlie yang masih berusia dua tahun dengan air panas yang mendidih. Raymond yang tidak mempunyai kesadaran akan hal tersebut tidak menyadari bahayanya. Ayahnya yang depresi dan ketakutan segera mengirim Raymond ke Wallbrook. Charlie bahkan teringat saat Raymond berangkat, dia menangis di muka jendela sambil berkata "Bye, Rain Man". Charlie menyadari bahwa dia mencintai Raymond dan benar-benar ingin mendapatkan hak perwalian Raymond, bukan hanya sekedar uang warisan. Dalam perjalanan ke LA, Charlie mengajari Raymond bermain Blackjack, Raymond dengan mudah memenangkan setiap permainan. Charlie juga membelikan Raymond TV portable dan baju baru. Selain itu Charlie juga mengajari Raymond berdansa.


Sesampai di LA, Dr. Bruner menelepon dan menawarkan untuk memberi Charlie $ 250.000. Charlie yang kini saat mencintai kakaknya menolak dan bersikeras untuk maju ke pengadilan. Dr. Bruner menyatakan bahwa kecil kemungkinannya Charlie akan menang. Charlie mengajak Raymond bermain baseball. Raymond yang sangat menyukai baseball sangat gembira dan bahkan menyentuh Charlie yang mana sangat special untuk Charlie karena Raymond selalu menghindari sentuhan orang lain. Charlie juga menyadari dari kata-kata Raymond bahwa ayahnya tidak membencinya bahkan sangat bangga pada Charlie.


Saat penentuan di depan hakim, Charlie gagal membuktikan dirinya berpengaruh baik pada diri Raymond. Dr. Bruner berhasil membuktikan bahwa Charlie membiarkan Raymond menyetir, main judi dan kenalan dengan pelacur. Tapi Dr. Bruner juga menyadari bahwa Raymond bersedia berbohong demi Charlie. Hal itu sangat special karena penderita autistic tidak bisa berbohong. Hal ini menunjukkan bahwa Raymond mencintai Charlie dan mengerti babwa antara mereka berdua ada semcam hubungan special. Dr. Bruner menanyakan pada Raymond apa yang dia inginkan, bersama Charlie atau kembali ke Wallbrook. Raymond yang kebingungan, tidak bisa menjawab. Charlie akhirnya menyadari bahwa lebih baik untuk Raymond jika dia kembali ke Wallbrook.


Sedih banget endingnya... aku nangis pas nonton filmnya dan nangis lagi pas baca bukunya... dua kali baca.. dua kali nangis.... tiga kali nonton filmnya, tiga kali nangis... Dustin Hoffman emang oyee... nggak heran dia dapat Oscar uantuk perannya sebagai Raymond... hmmm pengin baca lagi ach....

Labels:

Tentang celemotan

Book is my passion. Seingatku sejak aku bisa baca, nggak pernah sekalipun aku lepas dari buku. Makan sambil baca buku, naik bus ke sekolah sambil bawa buku, nunggu antrian sambil baca buku, mo bobo juga nyempatin baca buku dulu bahkan kadang ke "belakang" pun sambil bawa buku.
Blog ini berisi celemotanku tentang buku-buku yang pernah aku baca. Tapi namanya juga celemotan amatir, pendapatku bener bener pribadi dan asal-asalan, bisa bener bisa salah. Tergantung selera, aku cuman pengin sharing aja, siapa tau ada gunanya...

Celemotan terakhir

Arsip celemotan

Home

Categories celemotan

Cari di celemotan


makasih deh buat FreeFind

Links

Bahan celemotan

Widget_logo

Stat