Rain Man
Judul : Rain Man
Pengarang : Ronald Bass dan Barry Morrow berdasarkan script film
Dapat darimana : Bursa buku bekas Rode Kruis
Pertama kali baca : Mei 2006
Berapa kali baca : dua kali
Nilai : 8
Charlie Babbit, tokoh kita, seperti eksekutif muda pada umumnya, egois, nggak peduli orang lain (sama aja egois yach hihihi). Charlie ini punya perusahaan sendiri, namanya Babbit Collectibles. Usahanya bergerak pada bidang jual-beli mobil mewah dari Italia.
Suatu weekend Charlie mendapat telefon dari pengacara ayahnya yang mengabarkan bahwa ayahnya, Sanford Babbit yang tinggal di Cincinnati, meninggal dunia. Charlie tidak bersedih atas kematian ayahnya sehingga membuat pacarnya, Susanna Palmieri yang juga bekerja di Babbit Collectibles merasa heran. Charlie kemudian menerangkan bahwa dia membenci ayahnya dan melarikan diri dari rumah sejak dia berusia 16 tahun. Susanna yang merasa kasihan terhadap Charlie menawarkan diri untuk ikut ke Cincinnati.
Setelah pemakaman, mereka pergi ke rumah ayah Charlie. Disana mereka menemukan mobil kuno milik ayah Charlie, 1949 Buick Roadmaster. Charlie kemudian Charlie bercerita bahwa mobil itulah yang menjadi sebab pertengkaran mereka. Saat Charlie berumur 16 tahun, dia mengendari mobil itu tanpa ijin untuk merayakan kelulusannya. Ayahnya melaporkan ke polisi bahwa mobil tersebut dicuri. Polisi menangkap Charlie dan ayahnya tidak menebusnya di penjara sampai dua hari. Keluar dari penjara Charlie tidak kembali lagi ke rumah. Charlie juga bercerita tentang imaginary friendnya yang diberi nama Rain Man.
Dari surat wasiat ayahnya disebutkan bahwa Charlie mendapatkan mobil dan bunga mawar kebanggaan ayahnya. Sedangkan uang sebanyak $ 3.000.000 dimasukkan dalam trust dan diberikan ke ahli waris lain yang tidak disebutkan namanya. Charlie berhasil mendapatkan nama Dr. Walter Bruner sebagai wali dari ahli waris misterius tersebut. Dr. Walter Bruner ini adalah kepala dari Wallbrook, tempat penderita kekurangan mental. Charlie menggunakan mobil ayahnya, mengunjungi Dr. Bruner untuk mencari tau siapa yang mendapat warisan tersebut. Dr. Bruner menolak untuk memberi tau.
Raymond, pasien dari Walbrook mendekati mobil Charlie dan mulai mengelus-elus mobil dan berkata bahwa ayahnya juga mempunyai mobil yang sama dan menggunakan kata-kata yang biasanya digunakan ayah Charlie. Charlie kaget dan bertanya apakah Raymond mengenali mobil tersebut. Susanna melihat bahwa Raymond menjadi bingung dengan pertanyaan Charlie, meminta Charlie untuk berhenti. Raymond mendengar kata "Charlie" seera menyebutkan nama lengkap Charlie dan alamatnya. Hal ini membuat Charlie lebih kaget lagi dan meminta keterangan ke Dr. Bruner, yang kemudian menerangkan bahwa Raymond adalah kakak Charlie dan kepadanyalah uang $ 3 juta ditinggalkan. Dr. Bruner juga menerangkan bahwa Raymond adalah pasien sukarela dan telah berada di Wallbrook selama bertahun-tahun. Raymond menderita autistic yang juga disebut idiot savant. Dia hanya mengenal dua emosi; takut dan tidak takut. Raymond juga mempunyai photographic memory
Charlie menculik Raymond untuk memaksa Dr. Bruner membagi warisan ayahnya antara Raymond dan dirinya. Bertiga mereka mengunjungi makam ayah mereka dan kemudian tidur di hotel. Raymond yang mendapati kamarnya berbeda dari kamarnya di Wallbrook merasa ketakutan. Mereka berusaha membuat kamar tersebut semirip mungkin dengan kamar Raymond di Wallbrook. Charlie yang merasa terganggu saat bercinta dengan Susanna memberi Raymond buku telefon untuk dibaca. Susanna yang marah melihat bagaimana Charlie memperlakukan Raymond, pergi dan meninggalkan mereka berdua.
Perjalanan menuju LA tidak semudah yang Charlie bayangkan. Raymond yang berkutat dalam rutinitas menjadi panik bila sesuatu melenceng dari biasanya. Raymond juga sangat mudah nervous dan menolak untuk melanjutakn perjalanan saat hujan. Raymond juga tidak suka disentuh sehingga Charlie harus selalu berhati-hati. Charlie berusaha membawa Raymond ke LA dengan pesawat terbang tapi hal ini membuat Raymond menjadi histeris karena dia takut terbang. Akhirnya Charlie memutuskan untuk mengendarai mobilnya sampai LA. Raymond yang selalu menonton tv pada jam-jam tertentu juga memaksa Charlie untuk berhenti tiap kali Raymond ini melihat acara favorinnya. Charlie yang kini berusaha mendapatkan hak wali atas diri Raymond mencari seorang psychiatrist untuk mendapatkan pendapatnya. Charlie menemukan bahwa Raymond bisa mengingat semua yang dibacanya dan juga jenius dalam bidang berhitung.
Dalam perjalanan menuju LA, mereka menginap di motel. Suatu saat, Raymond yang menggosok giginya dengan kuat dan membuat busa yang banyak memberi komentar bahwa Charlie suka melihatnya melakukan hal tersebut. Raymond berkata bahwa Charlie selalu berkomentar "Funny Rain Man, funny teeth". Disini Charlie menyadari bahwa imaginary friendnya, Rain Man sebenarnya adalah kakaknya sendiri Raymond. Charlie yang baru berusia 2 tahun saat itu tidak dapat berkata Raymond dengan sempurna. Charlie bahkan bisa mengingat bahwa kakaknya sering menyanyikan lagu untuknya, lagu dari Beatles. Bersama mereka kemudian menyanyikan lagu tersebut.
Well she was just seventeen
You know what I mean
And the way she looked
Was way beyond compare
So how could I dance with another,
Oh, when I saw her standing there
Charlie bertanya sejak kapan Raymond berada di Wallbrook. Raymond yang mempunyai photographic memory menyebutkan dengan presisi tanggal, hari, jam dan apa sarapan paginya. Charlie menyadari tanggal tersebut adalah sehari setelah ibunya meninggal. Charlie yang ingin berendam di bathtub memutar kran air panas. Raymond menjadi panik saat melihat asap yang mengepul keluar dari kran air panas tersebut dan berteriak seperti biasanya ayah Charlie berteriak. Dari kata-kata Raymond tersebut, Charlie menyadari bahwa setelah kematian ibunya Raymond berusaha memandikan Charlie yang masih berusia dua tahun dengan air panas yang mendidih. Raymond yang tidak mempunyai kesadaran akan hal tersebut tidak menyadari bahayanya. Ayahnya yang depresi dan ketakutan segera mengirim Raymond ke Wallbrook. Charlie bahkan teringat saat Raymond berangkat, dia menangis di muka jendela sambil berkata "Bye, Rain Man". Charlie menyadari bahwa dia mencintai Raymond dan benar-benar ingin mendapatkan hak perwalian Raymond, bukan hanya sekedar uang warisan. Dalam perjalanan ke LA, Charlie mengajari Raymond bermain Blackjack, Raymond dengan mudah memenangkan setiap permainan. Charlie juga membelikan Raymond TV portable dan baju baru. Selain itu Charlie juga mengajari Raymond berdansa.
Sesampai di LA, Dr. Bruner menelepon dan menawarkan untuk memberi Charlie $ 250.000. Charlie yang kini saat mencintai kakaknya menolak dan bersikeras untuk maju ke pengadilan. Dr. Bruner menyatakan bahwa kecil kemungkinannya Charlie akan menang. Charlie mengajak Raymond bermain baseball. Raymond yang sangat menyukai baseball sangat gembira dan bahkan menyentuh Charlie yang mana sangat special untuk Charlie karena Raymond selalu menghindari sentuhan orang lain. Charlie juga menyadari dari kata-kata Raymond bahwa ayahnya tidak membencinya bahkan sangat bangga pada Charlie.
Saat penentuan di depan hakim, Charlie gagal membuktikan dirinya berpengaruh baik pada diri Raymond. Dr. Bruner berhasil membuktikan bahwa Charlie membiarkan Raymond menyetir, main judi dan kenalan dengan pelacur. Tapi Dr. Bruner juga menyadari bahwa Raymond bersedia berbohong demi Charlie. Hal itu sangat special karena penderita autistic tidak bisa berbohong. Hal ini menunjukkan bahwa Raymond mencintai Charlie dan mengerti babwa antara mereka berdua ada semcam hubungan special. Dr. Bruner menanyakan pada Raymond apa yang dia inginkan, bersama Charlie atau kembali ke Wallbrook. Raymond yang kebingungan, tidak bisa menjawab. Charlie akhirnya menyadari bahwa lebih baik untuk Raymond jika dia kembali ke Wallbrook.
Sedih banget endingnya... aku nangis pas nonton filmnya dan nangis lagi pas baca bukunya... dua kali baca.. dua kali nangis.... tiga kali nonton filmnya, tiga kali nangis... Dustin Hoffman emang oyee... nggak heran dia dapat Oscar uantuk perannya sebagai Raymond... hmmm pengin baca lagi ach....
Labels: drama
0 Comments:
Post a Comment
<< Home